![]() |
| WAWANCARA: Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng Riska Agustin - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTENG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan, upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan secara terpadu tidak dapat berjalan optimal jika hanya dilakukan oleh satu pihak saja.
Untuk itulah Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng Riska Agustin mengatakan, diperlukan kerja sama yang erat serta kekompakan dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Menurut Politisi Partai Golkar ini, karhutla merupakan permasalahan besar yang dampaknya dirasakan secara luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga terganggunya aktivitas perekonomian warga. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama, terarah, dan saling menguatkan.
“Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan semua pihak untuk melaksanakan pencegahan serta penanganan terpadu Karhutla di Kalimantan Tengah,” ujar Riska Agustin, sabtu (1/8/2026).
Ia mengajak pemerintah daerah di seluruh tingkatan, TNI, Polri, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga warga umum untuk menyatukan langkah. Pencegahan sejak dini melalui sosialisasi dan pengawasan lingkungan harus berjalan beriringan dengan kesiapan penanganan saat titik api muncul.
Lebih jauh dirinya berharap sinergi yang terjalin mampu meminimalkan risiko kebakaran yang meluas serta mengurangi dampak kabut asap yang kerap meresahkan. Partisipasi aktif masyarakat dengan tidak melakukan pembakaran lahan menjadi langkah awal yang sangat berharga.
“Mari kita jaga kekompakan ini demi melindungi alam dan keselamatan kita semua. Semakin erat kita bersatu, semakin cepat dan tepat pula kita menekan ancaman Karhutla di tanah kelahiran kita,” pungkasnya.
Sumber: Nett
