![]() |
| SOSOK: Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALTENG - Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di Kabupaten Kapuas mendapat sorotan dari DPRD setempat. Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun, meminta PT PLN (Persero) meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus lebih transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurut Lisna, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap pelayanan publik, kegiatan usaha, hingga perekonomian daerah.
"Listrik yang sering padam itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda perekonomian yang sangat bergantung dengan pasokan listrik," kata Lisna di Kuala Kapuas, Minggu (2/8/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri rumahan menjadi kelompok yang paling merasakan dampak pemadaman karena aktivitas produksi mereka sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
Selain menghambat kegiatan ekonomi, pemadaman yang disertai listrik menyala kembali secara berulang juga dinilai berpotensi merusak peralatan elektronik milik masyarakat.
Karena itu, Lisna mendesak PLN, khususnya Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Kapuas, agar lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait penyebab gangguan, wilayah terdampak, hingga estimasi waktu normalisasi.
"Kami mendesak khususnya pihak PLN ULP Kuala Kapuas agar bersikap lebih terbuka kepada publik. Jelaskan ke masyarakat secara terbuka penyebab pemadaman bergilir itu," ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab penyelenggara layanan publik sekaligus langkah membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan PLN.
Ia juga meminta setiap rencana pemadaman disampaikan lebih awal agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas maupun mengantisipasi pekerjaan yang bergantung pada pasokan listrik.
"Jangan sampai masyarakat dibuat bingung, karena listrik tiba-tiba padam tanpa ada penjelasan," tegas Lisna.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kapuas I Kecamatan Selat itu berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan yang terjadi sehingga tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
"Kalau memang hanya kerusakan mesin, jelaskan. Tapi kalau ada persoalan lain, masyarakat juga berhak mengetahui agar tidak muncul berbagai dugaan," tutupnya.
Penulis: Fery
