![]() |
Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali - Foto Muchroni |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) berencana menyesuaikan tarif jasa penggunaan alur Sungai Barito bagi perusahaan tambang batu bara. Penyesuaian tarif tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan RI sebelum diterapkan kepada para pengguna jasa.
Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali, usai rapat bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026), mengatakan usulan penyesuaian tarif mengacu pada rekomendasi Indonesian National Shipowners' Association (INSA).
Menurutnya, tarif jasa pemanduan atau penyusuan kapal untuk pengangkutan batu bara ekspor diusulkan naik dari 0,3 dolar AS per metrik ton menjadi 0,5 dolar AS per metrik ton.
"Persetujuan penyesuaian tarif ini masih menunggu surat dari Kementerian Perhubungan RI. Setelah itu baru kami sosialisasikan kepada para pengguna alur Sungai Barito, kemudian baru diterapkan," ujar Zulfadli.
Dengan adanya penyesuaian tarif ini, Zulfadli mengatakan setoran dividen kepada PT Bangun Banua diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp17 miliar menjadi sekitar Rp26 miliar.
Menurutnya kenaikan setoran dividen ini juga terjadi karena adanya perubahan komposisi kepemilikan saham perusahaan PT Bangun Banua.
Sebelumnya, komposisi saham PT Bangun Banua sebesar 60 persen dan PT Pelindo 40 persen. Berdasarkan hasil kesepakatan terbaru, komposisi tersebut berubah menjadi 70 persen untuk PT Bangun Banua dan 30 persen untuk PT Pelindo.
Penulis: Muchroni
