![]() |
KARHUTLA: Kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) – Foto MC Kalsel |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Operasional helikopter untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) direncanakan akan berlangsung selama masa penetapan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2026.
“Kita menetapkan status sampai dengan 31 Oktober. Harapan kami sebelum tanggal tersebut kondisi sudah terkendali sehingga heli water bombing tidak lagi diperlukan karena seluruh titik api telah berhasil dipadamkan,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Ronny menjelaskan, saat ini BPBD Kalsel mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa tiga unit helikopter water bombing serta satu unit helikopter patroli udara. Armada tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat respons terhadap kejadian karhutla di berbagai wilayah di Banua.
“Alhamdulillah, beberapa titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat berhasil dipadamkan melalui operasi heli water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB,” katanya.
Untuk memperkuat upaya penanganan karhutla, BPBD Kalsel juga berencana menambah satu unit helikopter water bombing. Penambahan armada ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penanggulangan kebakaran di wilayah-wilayah yang sulit diakses.
“Ada rencana penambahan satu unit heli water bombing lagi untuk memperkuat penanganan karhutla, khususnya di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat,” ungkapnya.
Ronny menegaskan, prioritas utama penanganan saat ini difokuskan pada Zona 1, yakni kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah asap akibat karhutla mengganggu aktivitas penerbangan.
“Prioritas utama kita adalah Zona 1, yaitu kawasan sekitar bandara. Kami berupaya menghindari adanya gangguan terhadap penerbangan akibat kebakaran hutan dan lahan,” tegas Ronny.
Melalui sinergi operasi darat, operasi udara, serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berharap penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif sehingga dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, dan transportasi udara dapat diminimalkan.
Sumber: MC Kalsel
