![]() |
| HADIR: Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng Riska Agustin saat melakukan kunjungan kerja, kamis (30/7/2026) ke Kantor BPBD Kabupaten Kobar - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTENG- Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diapresiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng Riska Agustin bahkan menegaskan, berkat respons cepat petugas, wilayah Kobar dinilai masih aman dari dampak kabut asap.
Apresiasi tersebut disampaikan politisi Partai Golkar ini usai melakukan kunjungan kerja, kamis (30/7/2026) ke Kantor BPBD Kabupaten Kobar. Kedatangannya disambut Sekretaris BPBD Kobar, Reneli, yang memaparkan kondisi terkini penanganan karhutla di daerah tersebut.
Menurut Riska Agustin, saat ini sejumlah wilayah di Kalteng, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III, tengah menghadapi ancaman karhutla. Karena itu, DPRD Provinsi Provinsi Kalteng melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana tersebut.
Ia menilai penanganan karhutla di Kotawaringin Barat berjalan cukup baik karena adanya kesiapan personel, sarana, serta koordinasi yang terus dilakukan oleh BPBD bersama relawan.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Kobar yang telah menyampaikan laporan perkembangan karhutla di wilayah Kobar. Tim Reaksi Cepat bersama relawan yang telah dibentuk bahu-membahu menangani setiap laporan titik api. Berdasarkan laporan, dalam sehari bisa muncul tiga titik api dan tim bekerja keras untuk memadamkannya," ujar Riska.
Selain penanganan di lapangan, dirinya juga mengapresiasi upaya BPBD Kobar dalam meningkatkan kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana dan prasarana, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
Menurutnya, langkah pencegahan sangat penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan tidak menimbulkan percikan api. Satu percikan api saja bisa berdampak buruk bagi masyarakat. Kobar pernah mengalami bencana karhutla hebat pada 2019 yang menyebabkan kabut asap. Dari pengalaman itu, sekarang BPBD berupaya keras agar setiap titik api segera ditangani sehingga tidak meluas," katanya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kobar, Reneli, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari pimpinan DPRD Provinsi Kalteng. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel BPBD yang selama ini bertugas di lapangan.
Dirinya mengungkapkan, sepanjang Juli 2026 tercatat sebanyak 63 titik panas dengan total luas lahan terbakar mencapai 49,168 hektare. Meski demikian, tim terus bersiaga selama 24 jam untuk merespons setiap laporan masyarakat.
"Pada bulan Juli ini ada 63 titik panas dengan luas areal terbakar mencapai 49,168 hektare. Tim kami selalu siap siaga. Begitu ada laporan, langsung bergerak ke lapangan. Kendala yang kami hadapi adalah lokasi kebakaran banyak berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan, tetapi tim tidak pernah menyerah dan terus berupaya agar api tidak menyebar lebih luas," tukasnya.
Sumber: Nett
