BORNEOTREND.COM, KALSEL - Komisi II DPRD Kalimantan Selatan berkomitmen dalam memperkuat sektor pangan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembahasan kebutuhan program dan anggaran sejumlah instansi teknis agar pelaksanaan program strategis tetap berjalan optimal pada tahun 2027.
Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat yang dilaksanakan pada Rabu, (15/7/2026) bersama sejumlah Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Pertemuan ini menjadi forum untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas masing-masing instansi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, S.H., M.H., mengatakan seluruh mitra kerja menyampaikan berbagai program yang dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program-program tersebut perlu mendapat perhatian agar target pembangunan daerah dapat tercapai secara maksimal.
Karena itu, Komisi II membuka ruang bagi setiap SOPD untuk menyusun kembali kebutuhan anggaran berdasarkan skala prioritas yang paling mendesak. Langkah tersebut dilakukan agar program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap dapat terlaksana dengan baik.
“Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyusun kebutuhan anggaran sesuai prioritas. Apa yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat tentu akan kami perjuangkan dalam pembahasan selanjutnya,” ujar Suripno.
Ia menegaskan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan merupakan bidang strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Selain menghasilkan komoditas unggulan, sektor-sektor tersebut juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat di berbagai wilayah Kalsel.
Suripno juga menyoroti peran Kalsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Pulau Kalimantan. Menurutnya, capaian tersebut harus terus dipertahankan melalui dukungan program yang mampu meningkatkan produktivitas petani serta menjaga ketersediaan pangan daerah.
“Kalsel selama ini menjadi penyangga beras bagi wilayah Kalimantan. Tentu capaian ini harus terus kita jaga dan tingkatkan melalui program-program yang mendukung produktivitas sektor pertanian,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh masukan dan kebutuhan yang disampaikan dalam rapat akan menjadi bahan pembahasan di Badan Anggaran DPRD Kalsel. Komisi II berharap sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dapat menghasilkan kebijakan yang semakin memperkuat ketahanan pangan serta mendorong kesejahteraan masyarakat Banua.
Sumber: DPRD Kalsel

