BORNEOTREND.COM, KALSEL- Memasuki musim kemarau, ancaman kekeringan air bersih dan aksi pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi perhatian serius Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru Siska Monalisa.
Kondisi tersebut menjadi perhatiannya setelah turun meninjau kelapangan dan bertemu secara langsung bersama warga sekitar wilayah Pengayuan Landasan Ulin Selatan dan Awang Baruh Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang, minggu (19/7/2026) lalu.
“Ancaman krisis air bersih (kekeringan) mulai dirasakan sejumlah warga sekitar walaupun saat ini masih ada ketersediaan air bersih di sumur warga,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Siska Monalisa meminta jajaran terkait untuk segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.
Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut juga mengatakan, perhatian serius tersebut tak lepas dari penetapan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) dan Kekeringan 2026 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.
“Meski belum mengalami kekeringan total, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi krisis air bersih selama musim kemarau. Terlebihnya saat memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan pada Agustus - September kedepan,” ungkapnya.
Lanjut, Siska Monalisa juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembukaan lahan menggunakan api.
Menurutnya, pada musim kemarau, kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Hal tersebut juga akan berdampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
"Saya berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat," tambahnya.
Diketahui, sebelumnya beberapa waktu terakhir kejadian Karhutla terjadi dibeberapa spot di kedua wliayah Landsan Ulin Selatan dan Landasan Ulin Tengah.
“Mari kita bersama-sama menjaga Banjarbaru agar tetap aman dari kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan tidak membakar lahan. Jika melihat titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sejak dini,” pungkasnya.
Penulis: Putra Silitonga
