![]() |
| Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali - Foto Muchroni |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) untuk sementara menghentikan operasional kapal pinisi Barito River Cruise.
Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Gazali mengungkapkan alasan penghentian operasional kapal wisata susur Sungai Barito tersebut karena memakan biaya yang tinggi lantaran kapal tersebut menyewa bukan milik perusahaan.
Zulfadli mengatakan, PT Ambapers sebagai pengelola kapal pinisi hampir mengalami kerugian akibat tingginya biaya operasional.
Untuk menghindari kerugian, manajemen perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kapal.
"Kemarin menyewa, setahun kita menyewa. Karena kita menyewa, biaya tinggi ya kita hampir-hampir rugi lah, bahaya lah," katanya usai menghadiri rapat di Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (29/7/2026).
Ditanya berapa harga sewa kapal pinisi tersebut, mantan Sekdako Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu ini membeberkan nilainya mencapai Rp 1 miliar lebih.
Untuk mengatasi masalah ini, Zulfadli berharap PT Pelindo bisa memberikan sumbangan dalam bentuk CSR agar PT Ambapers bisa membeli kapal pinisi sendiri.
Untuk harga kapal pinisi tersebut, ungkapnya, tidak murah yakni sekitar Rp 5 hingga 6 miliar.
"Kita masih menunggu lagi bantuan dari Pelindo untuk memberikan sumbangan pembelian kapal pinisi yang bisa kita kelola sendiri," ucapnya.
Menurutnya, jika PT Ambapers memiliki kapal pinisi sendiri maka biaya operasional bisa ditekan dan tentunya akan membuat tarif naik kapal pinisi akan lebih murah daripada sebelumnya.
"Nanti tarifnya bisa lebih murah, karena kalau kita menyewa tarif tinggi dan masyarakat keberatan," ujarnya.
Penulis: Muchroni
