88 Peserta Ramaikan PAI Fair Pandawan, Tempa Mental dan Karakter Islami Sejak Dini

 

FOTO BERSAMA: Kegiatan PAI Fair 2026 yang digelar di SMAN 8 HST - Foto Dok Muhammad


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Sebanyak 88 siswa sekolah dasar dari 30 sekolah di Kecamatan Pandawan mengikuti PAI Fair 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter Islami sekaligus melatih keberanian tampil sejak usia dini.

Kegiatan yang digelar di SMAN 8 Hulu Sungai Tengah (HST) itu menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa keagamaan.

Ketua Pelaksana Arif Rahman Hakim, S.Pd. mengatakan PAI Fair tidak hanya menjadi ajang mencari juara. Kegiatan ini dirancang sebagai media pembinaan agar peserta mampu mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk akhlak yang baik.

"Momentum Muharram kami jadikan sebagai semangat hijrah. Harapannya, anak-anak tidak hanya berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berkarakter," ujarnya.


Ia menjelaskan, dari total 88 peserta, sebanyak 23 siswa mengikuti Olimpiade PAI, enam peserta Tilawah Al-Qur'an, 18 peserta Pidato Islami, 24 peserta Adzan, serta 17 peserta Tahfiz Al-Qur'an.

Menurut dia setiap cabang lomba memiliki tujuan pembinaan yang berbeda. Olimpiade PAI mengasah pemahaman agama, pidato melatih kemampuan berbicara di depan umum, tilawah memperbaiki bacaan Al-Qur'an, tahfiz memperkuat hafalan, sedangkan adzan menumbuhkan kecintaan anak terhadap masjid.

"Melalui kegiatan ini kami ingin lahir generasi yang cerdas, percaya diri, mencintai Al-Qur'an, dan memiliki akhlak mulia," katanya.

Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Elmi, menilai perlombaan seperti PAI Fair memiliki manfaat besar dalam membentuk mental anak. Menurutnya, keberanian untuk tampil di depan umum perlu dibiasakan sejak usia sekolah.

"Keberanian itu tidak muncul begitu saja. Anak-anak harus dilatih melalui pengalaman seperti mengikuti perlombaan," ujarnya.

Ia mengatakan, menjadi peserta lomba juga mengajarkan tanggung jawab. Anak-anak dituntut belajar, berlatih, dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh sebelum tampil.

Namun, dirinya mengingatkan bahwa usaha harus selalu dibarengi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT. Nilai itu penting ditanamkan agar anak memahami bahwa setiap ikhtiar harus disertai ketergantungan kepada Sang Pencipta.

"Ajarkan anak-anak untuk tidak hanya bergantung pada kemampuan sendiri atau guru. Setelah berusaha maksimal, mintalah pertolongan kepada Allah dan serahkan hasilnya kepada-Nya," pesannya.

Ia berharap PAI Fair terus menjadi agenda pembinaan Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Pandawan. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara menyiapkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki fondasi keimanan yang kuat.

Selain menjadi ajang kompetisi, PAI Fair juga diharapkan mempererat silaturahmi antarsekolah serta memotivasi guru dan orang tua untuk terus mendampingi anak mengembangkan potensi di bidang keagamaan. 

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, lahir generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. 

Penulis : Muhammad

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال