![]() |
| WAWANCARA: Kepala Bapperida Kabupaten Pulang Pisau Bakhzar Efendi - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTENG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau memastikan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan, tetap menjadi prioritas meski pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pulang Pisau Bakhzar Efendi, mengatakan efisiensi yang dilakukan pemerintah bukan berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat, melainkan mengarahkan penggunaan anggaran agar lebih tepat guna, tepat sasaran dan efektif.
“Pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas. Anggaran untuk sektor tersebut tidak dipangkas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Bakhzar saat diwawancarai, selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat lebih difokuskan pada kegiatan yang dinilai kurang efektif, sementara program-program strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat tetap mendapat perhatian.
Selain kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga memastikan kebutuhan belanja pegawai serta sejumlah program prioritas lainnya tetap berjalan sesuai perencanaan.
Dirinya menjelaskan, efisiensi anggaran saat ini terjadi secara nasional sehingga tidak hanya dirasakan Kabupaten Pulang Pisau. Karena itu, pemerintah daerah harus mampu menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Meski demikian, ia menegaskan visi dan misi pembangunan Kabupaten Pulang Pisau periode 2025-2030 tetap berjalan dan tidak mengalami perubahan akibat kebijakan efisiensi tersebut.
“Komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan, termasuk pengembangan infrastruktur dan sektor pariwisata, tetap konsisten. Hanya saja pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada saat ini,” tambahnya.
Dirinya menjelaskan berbagai indikator makro daerah seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, hingga ketimpangan sosial masih berada dalam kondisi yang relatif baik dan terkendali.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas tersebut tidak terlepas dari respons cepat pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang muncul di masyarakat, termasuk pengendalian inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Ia mencontohkan langkah cepat pemerintah daerah saat terjadi kenaikan harga bawang maupun LPG beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut segera direspons melalui berbagai upaya intervensi untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Pemerintah daerah terus memantau perkembangan di lapangan agar inflasi tetap terkendali. Yang dijaga adalah agar kenaikan harga tidak terjadi secara ekstrem sehingga tidak membebani masyarakat,” katanya.
Dirinya berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang dihadapi pemerintah saat ini dan bersama-sama mendukung pembangunan daerah agar tetap berjalan sesuai target meskipun berada di tengah keterbatasan anggaran.
“Semangat bersama membangun Pulang Pisau harus terus dijaga. Dengan dukungan semua pihak, pembangunan daerah tetap bisa berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Sumber: Nett
