![]() |
Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi – Foto Suara Merdeka |
BORNEOTREND.COM, SEMARANG - PSIS Semarang akan kedatangan PS Barito Putera pada pekan ke-23, Minggu 5 April 2026 sore.
Saat ini, Laskar Antasari berada di posisi ke-2 dengan poin 41. Tertinggal 4 angka dari PSS Sleman di puncak klasemen.
Dan akan jadi 44 bila mereka sukses melibas Persiku Kudus di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu sore 29 Maret 2026.
Bayu Pradana dkk berambisi sapu bersih 6 partai terakhir agar bisa langsung promosi ke Liga 1 atau Super League musim depan.
Kalaupun skuat asuhan pelatih Stefano Cugurra alias Teco tetap finish di posisi kedua, maka mereka akan berebut 1 tiket promosi tersisa melawan tim peringkat kedua Grup 1/Wilayah Barat.
Saat ini tim 4 besar Grup Barat adalah Adhyaksa FC Banten (40), Garudayaksa (38), Sumsel United (37) dan FC Bekasi City (36).
Mantan Pelatih Barito Putera
Pertemuan ketiga PSIS vs Barito Putera nanti akan terasa berbeda karena keberadaan Andri Ramawi pelatih berlisensi A-AFC yang sebelumnya tangani Persib Bantul.
Andri cukup mengetahui Barito Putera karena pernah menangani tim junior klub yang bermarkas di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut.
Dia bahkan membawa Barito Putera U-19 merebut juara III kompetisi kelompok umur tim Liga 1, Elite Pro Academy (EPA) 2019.
Kesuksesan itu membawa Andri jadi pelatih tim Kalimantan Selatan pada Pra-PON 2019. Dia juga pernah jadi asisten pelatih di Persipura Jayapura.
Menarik dinanti, apakah PSIS versi Andri Ramawi menggagalkan ambisi Barito Putera menyapu kemenangan pada 6 laga terakhir.
PSIS Berada di Posisi 9
Tim bola legendaris Jawa Tengah PSIS Semarang saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Klub yang berdiri pada 18 Mei 1932 dengan nama Voetbalbond Indonesia Semarang (VIS) itu, berada di posisi ke-9 dari 10 penghuni Grup 2/Wilayah Timur Liga 2 Championship 2025-2026.
Hingga 21 pertandingan, PSIS Semarang baru kumpulkan 16 poin. Hasil 4 kali menang, 4 kali imbang dan 13 kali tumbang.
Satu pencapaian minor bagi kesebelasan yang pernah Juara Perserikatan (Divisi Utama) 1986/1987 dan Juara Liga Indonesia (Ligina) 1998/1999.
Bila tak mampu bangkit pada sisa 6 laga terakhir, maka tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu bakal tersingkir ke Liga 3 atau Liga Nusantara musim kompetisi 2026-2027.
Tapi, secercah asa kini mengemuka, seiring pergantian pelatih pada pertengahan Februari 2026.
Juru taktik kawakan, Jafri Sastra yang gagal perbaiki performa Dutra dkk, diganti Andri Ramawi yang belum genap 40 tahun (kelahiran 23 Mei 1986).
Hasilnya, PSIS tak terkalahkan pada 3 partai. Seri 1-1 lawan Persela Lamongan (home), menang 0-1 di markas Deltras FC dan bawa pulang 1 poin dari homebase Persiba Balikpapan (skor 0-0)
Tren positif tersebut berpeluang bakal berlanjut pada partai pekan ke-22, Minggu malam 29 Maret 2026.
PSIS akan menjamu Persipal FC Palu di Stadion Jatidiri Semarang. Tim tamu saat ini juru kunci Grup Timur dengan hanya 7.
Pada dua pertemuan sebelumnya, skor akhir 1-1 dan 2-0 untuk PSIS Semarang.
PSIS wajib menang pada bentrok kali ketiga nanti. Pasalnya, tambahan 3 angka bisa membawa mereka naik ke posisi 8 dan terhindar dari play off degradasi.
Hitung-hitungan itu bila Persiba Balikpapan yang saat ini di peringkat 8, kalah di kandang Persela Lamongan pada laga Sabtu sore 28 Maret 2026.
Poin kedua tim akan jadi 19 dan 17. Itu berarti Persiba yang masuk zona merah kandidat turun kasta.
Sumber: Tribunkalteng.com

