![]() |
| WAWANCARA: Pemimpin Wilayah BULOG Kalsel Muh. Akbar Said - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan ketersediaan stok pangan pokok di wilayah Kalsel dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ada pun pemenuhan stok pangan pokok untuk Kalsel ini diklaim berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di sejumlah kompleks pergudangan BULOG di wilayah Kalsel.
Berdasarkan laporan persediaan operasional per 9 Maret 2026 (cut off 08.00 WITA), total stok beras yang dikelola BULOG Kanwil Kalsel mencapai sekitar 19,8 ribu ton atau cukup untuk 5 bulan mendatang, stock yang ada tersebar di berbagai gudang wilayah Kalsel. Selain beras, BULOG juga memiliki stok komoditas lain seperti gula pasir, jagung, serta minyak goreng yang siap mendukung kebutuhan masyarakat termasuk dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Pemimpin Wilayah BULOG Kalsel Muh. Akbar Said, menegaskan bahwa ketersediaan stok tersebut berada pada level yang aman dan terus dipantau secara berkala untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
“Stok beras yang kami kuasai saat ini mencapai hampir 20 ribu ton dan tersebar di berbagai gudang BULOG di Kalimantan Selatan. Dengan jumlah tersebut, kami memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Muh. Akbar Said saat di wawancarai di Kantor Perum BULOG Kalsel, senin (9/3/2026).
Ia menambahkan bahwa BULOG juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran distribusi serta memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
“Selain menjaga stok di gudang, kami juga memastikan distribusi berjalan optimal. BULOG berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah,” tambahnya.
Sehubungan dengan kondisi stok yang aman tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan jangan panic buying, tanpa melakukan pembelian berlebihan.
BULOG Kanwil Kalsel bersama pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan dan harga pangan di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan di wilayah Kalsel.

