Warga Tapin Harapkan Tindak Lanjut Pembangunan Bendungan Pipitak Jaya

BELUM BERFUNGSI MAKSIMAL: Operasional Bendungan Pipitak Jaya Kabupaten Tapin Kalsel yang pembangunanannya dimulai tahun 2015 dan selesai 2021 dinyatakan belum berfungsi maksimal – Foto Antara


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Masyarakat Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, khususnya kalangan petani, berharap adanya tindak lanjut pembangunan Bendungan Pipitak Jaya yang sebelumnya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Harapan tersebut disampaikan anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Partai NasDem daerah pemilihan Kalsel IV meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Hulu Sungai Tengah (HST), H. Iberahim Noor, saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Anggota DPRD Kalsel dua periode kelahiran "Bumi Ruhui Rahayu" Tapin itu mengungkapkan, Bendungan Pipitak Jaya yang dulu merupakan PSN belum bisa berfungsi optimal untuk pengairan persawahan.

"Pasalnya jangankan saluran tersier, saluran skonder belum ada. Padahal Tapin juga berpotensi sebagai lumbung padi Kalsel," ujar wakil rakyat yang sudah tergolong sepuh atau berusia tiga perempat abad itu.

Ia menambahkan, Bendungan Pipitak Jaya yang berada di pinggiran Pegunungan Meratus tersebut sempat ramai menjadi tempat rekreasi karena dengan panorama alam cukup menarik. "Tapi kini sepi, sebab jalan aksis ke bendungan rusak dan terkesan tanpa perhatian," ujar Iberahim.

"Di Bumi Ruhui Rahayu Tapin ada beberapa irigasi pengairan pertanian yang terkesan kurang urus sehingga tak berfungsi maksimal, ungkap wakil rakyat yang akrab dengan sapaan Alex tersebut.

Bendungan Pipitak Jaya dengan luas genangan air lebih kurang 145,5 hektare (ha) itu mulai pembangunan Tahun 2015 dan dinyatakan operasional Tahun 2021.

Iberahim Noor juga menyoroti Bendungan Amandit di " Bumi Rakat Mufakat" HSS yang kondisinya tidak jauh beda dengan Bendungan Pipitak Jaya Tapin.

"Aku tak habis mengerti, saat awal pembangunan bendungan semangatnya luar biasa, tapi tindak lanjut penyelesaian kurang perhatian tidak bisa berfungsi maksimal," demikian Iberahim Noor.

Sumber: Antara

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال