Teknik Sipil Universitas Sapta Mandiri Teken MoU dengan PT Dinar Energi Utama dan FIM PII Kalsel

KESEPAKATAN: Jajaran Universitas Sapta Mandiri menunjukkan MoU yang dilakukan dengan PT Dinar Energi Utama serta FIM PII Kalsel - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknik Universitas Sapta Mandiri resmi menjalin kerja sama dengan PT Dinar Energi Utama serta Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kalimantan Selatan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan kuliah tamu.

MoU ditandatangani oleh Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, S.Kom., M.M., M.Kom., dan diperkuat melalui Memorandum of Agreement (MoA) yang melibatkan Wakil Rektor III serta Dekan Fakultas Sains dan Teknik sebagai tindak lanjut implementasi kerja sama.

Ketua Prodi Teknik Sipil Universitas Sapta Mandiri, Nadya Kartika Dewi, S.T., M.T., mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“MoU ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan Teknik Sipil agar memiliki karakter keinsinyuran, kompetensi profesional, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Kolaborasi dengan industri dan organisasi profesi memungkinkan pembelajaran di kelas terhubung langsung dengan praktik lapangan, terutama pada bidang survei, pemetaan, dan pengembangan infrastruktur yang modern, tangguh, serta berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Melalui kerja sama ini, mahasiswa Prodi Teknik Sipil akan memperoleh berbagai manfaat, mulai dari kuliah praktisi, pelatihan teknis, workshop, hingga pembelajaran berbasis praktik di bidang survei, pemetaan, Geographic Information System (GIS), dan geoinformatika.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL), keterlibatan mahasiswa dalam proyek lapangan, penelitian terapan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis data spasial.

“Tidak hanya aspek teknis, mahasiswa juga dibekali pemahaman etika profesi, pengenalan jalur karier insinyur, peningkatan kesiapan kerja, penguatan portofolio profesional, serta peluang sertifikasi kompetensi dan perluasan jejaring dengan dunia industri maupun organisasi profesi,” tambah Nadya.

Kerja sama ini direncanakan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui penyelenggaraan kuliah tamu dan kuliah praktisi secara rutin, pelaksanaan magang dan PKL, pelatihan penggunaan instrumen survei serta teknologi GIS, serta pengembangan kurikulum berbasis industri.

Sekedar informasi, kegiatan ini berlangsung lancar berkat koordinasi Rani Nasrasyam Zalma, selaku koordinator acara.

Penulis: Sri Mulyani 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال