![]() |
PERBAIKI RUMAH: Pekerja memperbaiki rumah yang terdampak banjir di Kabupaten Balangan – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menjalankan sejumlah langkah perbaikan rumah dan fasilitas pendidikan, memasuki minggu pertama masa transisi pemulihan pascabanjir di Kabupaten Balangan.
"Progres yang sudah dilaksanakan satu minggu ini, sudah ada beberapa buah rumah yang dilakukan perbaikan, yaitu dengan mendatangkan material serta juga pekerja," ujar Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi kepada awak media, Kamis (15/1/2026).
Adapun masa transisi ditetapkan sejak berakhirnya status tanggap darurat, dimulai 5 Januari hingga 4 Februari 2026.
Pada tahap awal transisi pemulihan, fokus utama adalah perbaikan rumah warga terdampak. Pendataan dan perhitungan telah dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, H Rahmi mengungkapkan, ada sebanyak 48 rumah dengan kerusakan kategori berat menjadi prioritas utama. Saat ini sejumlah rumah telah mencapai 30-70 persen progres perbaikan.
Selain itu, pemulihan sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Para siswa, saat ini sudah dapat kembali belajar meski kondisi sarana dan prasarana masih terbatas.
"Mereka sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar, walaupun dengan sarana dan prasarana yang masih terbatas dan semoga awal minggu ini sudah bisa dimulai penggantian pakaian seragam dan peralatan sekolah," katanya.
Pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga juga menjadi bagian penting dari program transisi pemulihan. Langkah ini bertujuan membantu warga mempersiapkan diri menghadapi kehidupan pascabanjir.
"Kemudian juga semoga mulai awal minggu ini dapat dilakukan penyediaan peralatan makan dan peralatan masak warga yang kemarin rusak terdampak dari banjir bandang," ucapnya.
Rahmi memastikan progres akan pada masa transisi pemulihan akan terus dipantau setiap minggu. Ia berharap melalui berbagai upaya ini, masyarakat terdampak dapat kembali pulih dan menjalani kehidupan normal.
Penulis: Sri Mulyani
