![]() |
STADION BATAKAN: Laga Persiba Balikpapan vs Barito Putera di stadion Batakan dipastikan akan digelar tanpa kehadiran suporter tuan rumah – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, BALIKPAPAN - Derbi Kalimantan antara Persiba Balikpapan vs Barito Putera yang dijadwalkan pada Sabtu (24/1/2026) dipastikan akan digelar tanpa kehadiran suporter tuan rumah di stadion. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh manajemen Persiba melalui akun Instagram klub pada Kamis (22/1/2026). Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Leo Tupamahu yang sedang berjuang keluar dari tekanan zona degradasi.
Bermain tanpa penonton tentu merugikan Persiba. Saat ini, Persiba sangat membutuhkan suntikan motivasi dari suporter untuk menghadapi Barito Putera yang berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara Championship Grup 2 dengan koleksi 36 poin.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pendukung setia Persiba Balikpapan yang mengakibatkan tidak dapat mendukung langsung di stadion pada pertandingan ini. Dukungan dan doa dari mana pun berada tetap berarti bagi perjuangan Beruang Madu,” tulis manajemen Persiba dalam pernyataannya.
Persiba Balikpapan datang ke laga ini dengan situasi yang jauh dari ideal. Tim berjuluk Beruang Madu masih terjebak di papan bawah Grup Timur.
Dari 16 pertandingan yang telah dijalani, Persiba baru mengoleksi 11 poin—hasil dari tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan sebelas kekalahan.
Statistik itu menempatkan Persiba di posisi ke-8 dari 10 tim. Lebih dari sekadar angka, kondisi ini mencerminkan musim yang berat, penuh tekanan, dan minim margin kesalahan.
Derbi melawan Barito Putera pun menjadi semacam titik balik: menang untuk menghidupkan harapan, kalah untuk memperpanjang krisis.
Situasi internal Persiba juga mengalami perubahan besar. Pada 13 Januari 2026, manajemen memutuskan mengistirahatkan Muhammad Nasuha, pelatih yang berjasa membawa Persiba naik dari Liga 3 ke Liga 2.
Keputusan ini menandai berakhirnya fase romantisme dan dimulainya pendekatan yang lebih pragmatis.
Sehari berselang, manajemen memperkenalkan Leonard Tumapahu sebagai nakhoda baru. Ia didampingi Gunawan Dwi Cahyo, mantan bek Persija Jakarta dan Timnas Indonesia.
Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan energi segar, disiplin bertahan, dan mental bertarung—modal penting menghadapi tim sekuat Barito Putera.
Barito Putera Diunggulkan
Berbanding terbalik dengan tuan rumah, Barito Putera tiba di Balikpapan dengan status pemimpin klasemen.
Laskar Antasari mengoleksi 36 poin, hasil dari 11 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya dua kekalahan sepanjang musim.
Konsistensi menjadi kekuatan utama Barito Putera. Mereka bukan hanya produktif di lini depan, tetapi juga solid dalam bertahan.
Tim ini jarang tampil meledak-ledak, namun sangat efisien—menang dengan cara yang terukur.
Kemenangan telak 3-0 atas Persiba pada pertemuan pertama musim ini menjadi bukti nyata perbedaan level kedua tim saat ini.
Dalam laga yang digelar di Stadion Demang Lehman, Barito tampil dominan. Gol Renan Alves dan dua lesakan Ferdiyansyah menegaskan superioritas mereka di Derbi Borneo edisi terbaru.
Kini, tantangan Barito Putera bukan sekadar mengalahkan Persiba, tetapi mengelola tekanan sebagai unggulan.
Setiap lawan ingin menjegal sang pemuncak klasemen, terlebih dalam laga bermuatan emosional seperti derbi.
Rekam Jejak Derbi: Sejarah Lebih Berpihak ke Barito
Jika menengok ke belakang, sejarah pertemuan kedua tim juga cenderung memihak Barito Putera. Sejak 2012 hingga 2025, Persiba dan Barito telah berjumpa sembilan kali di Liga 1 dan Liga 2.
Hasilnya, Barito Putera mencatat enam kemenangan. Persiba hanya mampu menang dua kali, sementara satu laga lainnya berakhir imbang.
Kemenangan terakhir Persiba bahkan terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 28 Maret 2013 dengan skor tipis 1-0.
Data ini menjadi pengingat bahwa Derbi Borneo dalam beberapa tahun terakhir lebih sering berwarna kuning-merah khas Barito Putera.
Namun, sepak bola selalu menyisakan ruang bagi kejutan—terutama ketika dimainkan di kandang dan di bawah tekanan besar.
Batakan dan Faktor Emosi Derbi
Stadion Batakan memberi dimensi berbeda pada laga ini. Bermain di kandang sendiri, Persiba berpotensi mendapatkan dorongan emosional dari suporter. Dalam situasi genting, faktor psikologis sering kali menjadi pembeda.
Derbi bukan tentang siapa yang lebih unggul di atas kertas, melainkan siapa yang mampu mengelola emosi.
Persiba akan bermain dengan motivasi berlipat: membalas kekalahan telak di pertemuan pertama, membuktikan keputusan pergantian pelatih, dan keluar dari bayang-bayang papan bawah.
Sebaliknya, Barito Putera harus menjaga fokus. Terlalu percaya diri bisa menjadi jebakan, terlebih menghadapi tim yang sedang terluka dan bermain di depan publik sendiri.
Duel Taktik: Bertahan vs Efisiensi
Secara pendekatan, laga ini diprediksi mempertemukan dua filosofi berbeda. Persiba kemungkinan tampil lebih rapat, menutup ruang, dan memaksimalkan transisi cepat.
Sementara Barito Putera akan tetap mengandalkan direct play yang efektif, memanfaatkan fisik dan ketajaman lini depan.
Nama Renan Alves masih menjadi ancaman utama. Pengalamannya di lini belakang sekaligus kontribusi ofensif dalam situasi bola mati membuatnya menjadi figur sentral.
Di sisi lain, Persiba berharap sentuhan baru dari staf pelatih mampu memaksimalkan potensi pemain yang selama ini belum konsisten.
Lebih dari Tiga Poin
Derbi Borneo kali ini bukan sekadar pertandingan pekan ke-17. Bagi Persiba, ini adalah kesempatan meraih legitimasi baru—bahwa mereka belum menyerah pada musim yang berat.
Bagi Barito Putera, laga ini menjadi ujian mental juara sebelum memasuki fase penentuan kompetisi.
Apapun hasilnya, satu hal pasti: Stadion Batakan akan menjadi saksi pertarungan yang sarat emosi, sejarah, dan kepentingan jangka panjang.
Sumber: IniBalikpapan.com/Radar Kudus
