![]() |
| WAWANCARA: Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTIM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa deretan program kesehatan strategis terus dipacu penyelesaiannya memasuki penghujung 2025.
Mulai dari layanan Gratispol, pengadaan alat kesehatan terpusat, hingga pembangunan infrastruktur rumah sakit, seluruhnya dipastikan tetap berjalan.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin, mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga kualitas layanan kesehatan masyarakat, sebagaimana instruksi Gubernur Kaltim.
“Yang ditekankan Pak Gubernur itu mutu layanan. Tidak harus memaksakan serapan 100 persen kalau programnya sendiri belum bisa dieksekusi sejak awal tahun,” jelasnya.
Menurut dia rendahnya serapan anggaran salah satunya dipengaruhi oleh kerja sama layanan Gratispol kesehatan dengan BPJS Kesehatan yang baru efektif berjalan pada Juli.
“Kita tidak bisa membayarkan kepesertaan sejak Januari. Pembayaran baru bisa dilakukan mulai Agustus hingga Desember. Jadi ada lima sampai enam bulan yang tidak terpakai,” terangnya.
Dari target sasaran sekitar 470 ribu peserta, baru 141 ribu yang telah terdaftar hingga saat ini. Padahal anggaran untuk 231 ribu peserta telah disiapkan sejak awal tahun.
“Pendaftarannya dimulai di Agustus, sehingga pesertanya masuk bertahap, baik kolektif maupun mandiri,” tambahnya.
Tahun ini, Dinas Kesehatan juga mengambil alih seluruh proses belanja alat kesehatan dan obat untuk rumah sakit milik provinsi. Langkah tersebut dipilih untuk menyamakan harga, meningkatkan efisiensi, dan memastikan mutu layanan.
“Dengan satu pintu, tidak ada lagi perbedaan harga antar-rumah sakit. Semua jadi lebih terkontrol dan transparan,” ujarnya.
Meski serapan anggaran belum tinggi, dirinya menegaskan seluruh program berjalan sesuai rencana dan tetap mengutamakan peningkatan kualitas layanan masyarakat.
“Yang paling penting adalah apa yang kita kerjakan ini benar-benar berdampak pada perbaikan layanan kesehatan. Itu tujuan utama kami,” tutupnya.
Penulis: Agustina/ADV/Diskominfo Kaltim
