Kementan Apresiasi Pemda Tala, Siapkan Regulasi Untuk Lindungi Lahan Pertanian

 

WAWANCARA: Bupati Tala H. Rahmat Trianto - Foto Dok Nett

BORNEOTREND.COM, KALSEL- Inovasi pertanian modern kini hadir di Kabupaten Tanah Laut (Tala). 

Teknologi drone digunakan untuk menanam benih padi, selasa (12/8/2025) di Desa Ujung, Kecamatan Bati-Bati. 

Inovasi ini merupakan bagian dari program cetak sawah rakyat yang digagas oleh pemerintah pusat di lahan yang sebelumnya rawan banjir.

Bupati Tala H. Rahmat Trianto hadir dalam kegiatan ini didampingi oleh Sekretaris Ditjen PSP Kementrian Pertanian Repubik Indonesia (Kementan RI) Mulyono. Ia menyatakan kebanggaannya atas penggunaan teknologi modern pada program ini, yang dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Ini sebelumnya wilayah banjir, dengan adanya cetak sawah rakyat ini akan menjadi percontohan bagi kabupaten lain,” ujar Rahmat.


Menurutnya, inovasi ini adalah bukti kepedulian pemerintah pusat terhadap kemajuan pertanian di Tala. Atas hal itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, atas perhatiannya melalui Kementan.

Seiring dengan inovasi ini, produksi padi di Tala menunjukkan peningkatan signifikan, dari 104 ribu ton menjadi 171 ribu ton. Saat ini, beberapa wilayah di Tala bahkan sedang memulai program panen ketiga atau IP 300 dan menunjukkan produktivitas pertanian yang terus meningkat.

Program itu melibatkan pembukaan 4.000 hektare lahan baru, dengan tahap awal 359 hektare ditanami padi menggunakan drone, memperkenalkan efisiensi baru dalam proses tanam bagi petani setempat.

Pemkab Tala sendiri mendapat apresiasi karena komitmennya dalam melindungi lahan pertanian. Mereka telah mengeluarkan regulasi yang melarang alih fungsi lahan dan mewajibkan penanaman padi selama minimal lima hingga 10 tahun. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pertanian.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PSP Kementan RI Mulyono ikut memuji inovasi yang dilakukan Bupati Tala H Rahmat Trianto.

"Kalau seluruh bupati di Indonesia seperti beliau, saya yakin urusan pertanian selesai." timpalnya.

Baginya upaya ini sejalan dengan target jangka panjang Kabupaten Tala untuk menjadikan 40.000 hektare sawah mereka produktif dengan panen tiga kali setahun. Hal ini diharapkan bisa menjadikan Tala sebagai penopang utama pasokan beras nasional, didukung oleh 15 petani milenial yang tergabung dalam Brigade Pangan yang telah dilatih mengoperasikan alsintan dan mengelola usaha tani modern.

Penulis: Syaiful

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال