BORNEOTREND.COM, KALSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mempercepat penggunaan anggaran setelah menerima alokasi dana Dana Bantuan Presiden (Banpres) penanganan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan pasca-bencana El Nino untuk operasional posko, pengadaan armada, peralatan medis, sarana rescue, hingga bahan bakar minyak (BBM).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Ar Rasyid, menjelaskan dari total Banpres senilai Rp15 miliar, BPBD Banjarbaru menerima alokasi sekitar Rp12 miliar lebih. Dana sebesar itu kemudian digunakan untuk mengadakan lima unit truk tangki dan satu unit mobil armada.
“Memperkuat operasional penanganan Karhutla,” katanya.
Selain itu, BPBD juga membeli alat pelindung diri (APD) dan teknologi pendukung seperti drone thermal untuk pencitraan lokasi titik api.
"Sebagian APD sudah diserahkan kepada relawan karena harus segera dipakai. Kami juga membeli drone thermal yang selama ini kita harapkan, serta sarana rescue berupa peralatan dan tabung oksigen," ujar Harun.
Harun menekankan bahwa peralatan seperti APD dan tabung oksigen diserahkan dengan status pinjam pakai kepada para relawan di lapangan.
Status barang tetap menjadi aset BPBD, namun pemanfaatannya diserahkan sepenuhnya kepada petugas lapangan.
“Dalam minggu ini juga kami akan menyerahkan ke para relawan berupa peralatan alat mesin pompa air. Peralatan yang sebelumnya sudah kami pesan dan kini sudah datang,” katanya.
Terkait personel, BPBD Banjarbaru merangkul dan merekrut 385 orang relawan yang di-SK-kan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru sebagai petugas penanganan Karhutla.
Tim gabungan ini terdiri dari unsur pemerintah, TNI (Darat dan Udara), Polri, Masyarakat Perlindungan Bencana (MPB), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Baret 698, KRL, hingga gabungan Damkar se-Kota Banjarbaru.(ptr)
