Emosionalnya Artis Zaskia Adya Mecca Saat Melihat Kalhutra di Palangka Raya, Zaskia: Ini Nggak Layak Banget Untuk Orang Hidup

 

ARTIS: Zaskia Adya Mecca. Foto Dok: Nett


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Artis Zaskia Adya Mecca kembali memposting pengalamannya saat berhadapan langsung dengan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (kalhutra) yang ada di wilayah Kalimantan.

Melalui video di Instagram pribadinya @zaskiadyamecca, dirinya kembali membagikan pengalamannya saat menyaksikan dan merasakan langsung asap akibat kalhutra, selasa (20/10/2026) di Kota Palangka Raya.

"Jujur aku emosinal banget disini. Ini adalah tempat yang nggak layak banget buat orang hidup. Ini katanya udah udara yang lebih baik dibanding minggu lalu. Bagaimana lebih baik ini, kalua lebih baik buat gue ini pekat banget udaranya," ucapnya.


Dirinya pun mengakui dengan turun langsung menyaksikan ke Kota Palangka Raya, ia bisa merasakan bagaimana seriusnya kasus Kalhutra di wilayah Kalimantan, utamanya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Apalagi kondisi seperti ini sudah berlangsung selama 4 bulan terakhir.

"Jadi buat kita yang hidupnya lebih baik. Sebuah privilege bisa punya pilihan ditempat yang lebih baik. Karena tinggal ditempat seperti ini nggak ada pilihan buat keluar dan nggak ada pilihan buat pergi," tambahnya lagi. 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng mencatat sebanyak 66 kejadian karhutla terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir per Minggu (18/10/2026) pukul 18.00 WIB.

Berdasarkan data infografis harian BPB-PK Kalteng, total luas area lahan yang terbakar dalam sehari mencapai 109,70 hektar, dengan sebaran 8.087 titik hotspot (titik panas).

Wilayah Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan luasan terbakar tertinggi harian, yakni mencapai 38 hektar dari 9 kejadian karhutla. Disusul Kabupaten Barito Selatan seluas 19,23 hektar (6 kejadian), Kota Palangka Raya seluas 15,95 hektar (12 kejadian), dan Kabupaten Seruyan seluas 11,43 hektar (8 kejadian).

Secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 18 Oktober 2026, total hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah telah menembus 325.412 titik dengan total 6.639 kejadian karhutla. Luas lahan terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota diperkirakan telah mencapai 19.502,65 hektar.(ar/rls)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال