![]() |
RILIS DATA: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin merilis data prakiraan cuaca Kalsel periode 21 hingga 27 Oktober 2026. Foto: MC Kalsel |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Cuaca di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 21 hingga 27 Oktober 2026 secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenny Thalo, melalui prakirawan Liesda Dwi Kartika, berdasarkan pembaruan prospek cuaca mingguan pada Selasa (20/10/2026).
Dalam prospek tersebut, suhu udara di Kalsel diperkirakan berkisar 24–38 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 31–95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga barat daya dengan kecepatan 5–29 kilometer per jam.
Pada 21–23 Oktober 2026, wilayah Kalsel bagian utara yang meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara berpotensi mengalami cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan ringan.
Sementara itu, wilayah Kalsel bagian timur, meliputi Kotabaru dan Tanah Bumbu, serta bagian selatan, yakni Kabupaten Tanah Laut, diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan pada periode yang sama.
Adapun wilayah Kalsel bagian barat, yang mencakup Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru, juga diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga berawan.
Memasuki 24–27 Oktober 2026, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, meliputi bagian utara, timur, selatan, dan barat Kalimantan Selatan. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perubahan kondisi cuaca saat beraktivitas.
Selain prospek cuaca, BMKG mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi pasang air laut maksimum di perairan Muara Sungai Barito pada 21–23 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00–04.00 WITA, dengan ketinggian maksimum diperkirakan mencapai 2,7 meter.
Potensi pasang air laut maksimum juga diprakirakan terjadi di perairan Kotabaru pada 26–27 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00–20.00 WITA, dengan ketinggian maksimum mencapai 2,9 meter.
BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca maupun peringatan potensi gelombang tinggi dalam prospek mingguan tersebut. Meski demikian, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diimbau tetap memperhatikan kondisi perairan, khususnya pada waktu yang diprakirakan mengalami pasang maksimum.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar. Langkah ini penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung cerah.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan masker apabila terjadi kabut asap. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang menurun akibat asap.
Selain itu, masyarakat diimbau menggalakkan pemanenan air hujan dan menggunakan air secara bijak.(rls)
