![]() |
| LAMPU JALAN: Suasana penerangan jalan umum (PJU) yang menerangi ruas jalan protokol di Kota Banjarmasin saat malam hari yang mulai dialihkan ke lampu LED secara bertahap. Foto Dok: Rian |
BORNEOTREND.COM, KALSEL — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah strategis untuk menekan pengeluaran anggaran daerah.
Upaya ini dilakukan dengan mengalihkan teknologi Penerangan Jalan Umum (PJU) dari lampu konvensional ke teknologi Light Emitting Diode (LED) yang lebih hemat konsumsi daya.
Langkah migrasi ini dikarenakan tingginya beban biaya operasional penerangan jalan yang harus ditanggung pemerintah daerah saban bulannya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengungkapkan besarnya nilai belanja energi tersebut.
"Tagihan listrik untuk penerangan jalan umum mencapai sekitar Rp1,8 miliar per bulan. Kalau dihitung dalam setahun, anggarannya bisa mencapai lebih dari Rp20 miliar," kata Slamet, Minggu (1/11/2026).
Meskipun penerapan lampu LED diyakini efisien dalam menghemat arus listrik, penggantian infrastruktur penerangan ini tidak dapat dieksekusi secara serentak di seluruh wilayah.
Keterbatasan anggaran menjadi pertimbangan utama mengingat estimasi harga lampu hemat energi tersebut relatif lebih mahal dibanding penerangan model lama.
"Belum semua PJU di Banjarmasin menggunakan LED. Kami masih melakukan penggantian secara bertahap karena harga lampu LED cukup mahal," jelasnya.
Kendati dilakukan secara bertahap, beberapa jalur protokol vital di Banjarmasin kini sudah menikmati penerangan LED, salah satunya adalah koridor Jalan Ahmad Yani.
Terkait sejauh mana cakupan persentase penggantian PJU yang telah terlaksana, pihak Dishub akan segera melakukan pendataan menyeluruh.
"Kami akan menghitung jumlah lampu yang sudah menggunakan LED dan yang masih memakai lampu konvensional untuk mengetahui capaian penggantiannya," tutur Slamet.
Bukan hanya modernisasi unit lampu, efisiensi operasional juga diupayakan lewat otomatisasi sistem penjelang waktu (timer). Penggunaan timer ini difungsikan agar penyalaan dan pemadaman penerangan dapat berjalan tepat waktu, walaupun akurasinya bergantung pada stabilitas daya baterai perangkat pendukung.
"Penggunaan LED memang lebih hemat dibandingkan lampu konvensional. Karena itu, penggantian akan terus dilakukan secara bertahap," pungkas Slamet.
Langkah bertahap ini menjadi tumpuan utama Pemko Banjarmasin untuk merestrukturisasi belanja energi fasilitas publik.
Melalui pemetaan jumlah titik PJU secara presisi dan penetapan target konversi yang terukur, efisiensi anggaran daerah diharapkan dapat terealisasi optimal dalam beberapa waktu mendatang.(ryn)
