![]() |
UPACARA: Upacara Pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Katingan. Melalui kolaborasi strategis antara TNI, pemda, dunia usaha, dan masyarakat, program ini hadir untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok wilayah. Foto Dok: Rilis
BORNEOTREND.COM, KALTENG - Pembangunan jalan, jembatan,
sarana air bersih, hingga fasilitas pendidikan dan tempat ibadah menjadi bagian
dari 118 sasaran fisik program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Katingan.
Program yang dilaksanakan Kodim 1019/Katingan Korem 102/Panju Panjung Kodam
XXII/Tambun Bungai ini diharapkan membantu mengatasi keterbatasan
infrastruktur, memperluas akses pelayanan dasar, dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.
Komitmen tersebut ditandai melalui Upacara Pembukaan Bakti
TNI AD untuk Rakyat di Aula Habaring Hurung, Desa Tumbang Manggu, Kecamatan
Sanaman Mantikei, Kamis (29/10/2026). Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah
Kabupaten Katingan, Christian Rain, dan dibuka oleh Komandan Korem 102/Panju
Panjung, Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si. Turut hadir Komandan Kodim
1019/Katingan Letkol Kav. Prima Wahyudi, PSC (J), GDDSS, unsur TNI, perwakilan
PT Dwima, sejumlah kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain,
menyampaikan bahwa program tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat
karena pembangunan di Kabupaten Katingan masih menghadapi tantangan geografis,
terutama di kawasan pedalaman yang memiliki keterbatasan akses. Menurutnya,
kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat
diperlukan agar pembangunan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
“Pemerintah Kabupaten Katingan sangat mengapresiasi dukungan TNI AD melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan pelayanan dasar,” ungkap Christian Rain.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah,
termasuk akibat pengurangan transfer ke daerah, menjadi tantangan tersendiri
dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Karena itu, kerja sama dengan berbagai
pihak, termasuk TNI dan pemerintah provinsi, perlu terus diperkuat agar
pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Berdasarkan paparan perkembangan program per 26 Oktober
2026, Bakti TNI AD untuk Rakyat mencakup 118 sasaran fisik dan enam sasaran
nonfisik dengan melibatkan total 131 personel dari unsur TNI, pemerintah
daerah, dan masyarakat.
Sasaran fisik meliputi pembangunan dan perbaikan jalan serta
jembatan, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan
pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta penyediaan sumber air bersih.
Selain itu, terdapat sasaran tambahan berupa rehabilitasi rumah tidak layak
huni, gereja, musala, balai Kaharingan, sekolah, pembangunan MCK, hingga
perbaikan jalan kecamatan.
Berbagai pekerjaan tersebut memiliki manfaat langsung bagi
kehidupan masyarakat. Perbaikan jalan dan jembatan diharapkan memperlancar
mobilitas warga serta distribusi barang dan hasil usaha. Sementara penyediaan
sumber air bersih, sarana listrik, dan rehabilitasi fasilitas umum mendukung
pemenuhan kebutuhan dasar serta aktivitas masyarakat sehari-hari.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, program ini juga menyasar
kebutuhan sosial melalui enam sasaran nonfisik. Kegiatannya meliputi pembagian
kitab keagamaan dan sembako, penyediaan akses internet Starlink, pengobatan
gratis, penyuluhan, serta pembagian buku dan perlengkapan sekolah.
Christian Rain menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI
AD dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia juga
mengenang proses penguatan keberadaan satuan TNI di Kabupaten Katingan, mulai
dari pembentukan Kodim hingga hadirnya satuan batalyon, yang diharapkan semakin
memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat serta mendukung pembangunan
daerah.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini kebersamaan antara TNI,
pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. Pembangunan yang dilaksanakan
hendaknya benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberikan manfaat yang
dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat, pemerintah daerah berharap semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor terus tumbuh. Dengan dukungan bersama, pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Katingan.(rls)
