BORNEOTREND.COM, KALSEL - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala (Batola) sekaligus Bunda TP Posyandu Batola, Hj. Noorhayati Bahrul Ilmi, melaksanakan kunjungan lapangan kepada balita penderita gizi buruk di Desa Mentaren, Kecamatan Anjir Pasar, Selasa (3/11/2026). Aksi ini dilakukan untuk menekan angka permasalahan gizi serta wujud kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap warganya.
Kunjungan sosial ini turut didampingi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Kuala, Camat Anjir Pasar, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barito Kuala.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Sugimin, menyampaikan bahwa kegiatan peninjauan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga yang menghadapi permasalahan kesehatan anak.
"Alhamdulillah pada hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala bersama Ketua Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala, Ibu Bupati bersama PKK Kabupaten melakukan kunjungan kepada penderita balita gizi buruk. Hal ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu meringankan warganya. Harapannya balita yang hari ini dibantu bisa mendapatkan kesembuhan dan kembali sehat seperti semula," ungkap Sugimin.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Baznas Batola, H. Ardiansyah, turut mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terjalin berkat dukungan kebijakan strategis dari pimpinan daerah. Kebijakan berupa surat edaran tersebut mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Barito Kuala melalui Baznas.
"Alhamdulillah berkat kebijakan Bupati Barito Kuala bahwa beliau membuat semacam kebijakan surat edaran bahwa seluruh ASN Kabupaten Barito Kuala agar memberikan dampaknya melalui Baznas, sehingga Alhamdulillah Baznas bisa berperan untuk memberi bantuan, menyalurkan bantuan baik bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan dan advokasi," jelas H. Ardiansyah.
Melalui sinergi bersama Dinkes dan satuan kerja terkait pada hari ini, Baznas Batola turut menyalurkan bantuan langsung kepada anak yang mengalami permasalahan gizi. H. Ardiansyah berharap bantuan yang diberikan dapat menunjang pemulihan kesehatan anak tersebut sehingga dapat kembali tumbuh dan berkembang normal seperti anak-anak pada umumnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan dan penanganan gizi buruk, dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala.(rls)
