![]() |
| DISKUSI: Anggota DPRD Kabupaten Tabalong Remon Bhima Persadha, ST saat diskusi santai bersama insan pers, sabtu (3/10/2026) di Cafe Space Ground, Kota Banjarmasin - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong Remon Bhima Persadha, ST, menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan penghubung antara aspirasi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan para pemangku kebijakan.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi santai bersama insan pers, sabtu (3/10/2026) di Cafe Space Ground, Kota Banjarmasin.
Hadir dalam diskusi tersebut Ketua Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Kalsel Sugiannoor, S.E, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin H. Adam Basrindu, Bendahara GEPAK Kalsel H. Saleh Makki, serta rekan-rekan media online.
Remon yang juga merupakan Ketua Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Tabalong dan Sekretaris DPD PKS Tabalong mengatakan, Karhutla yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Tabalong, tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan pendidikan masyarakat.
"Saya berkomitmen untuk menjadi jembatan penghubung antara aspirasi masyarakat dengan para pemangku kebijakan, termasuk dalam persoalan Karhutla yang sangat berdampak pada masyarakat kita," ujar Remon.
Menurut Anggota DPRD Tabalong Dapil 2 (Banua Lawas, Pugaan, Kelua, Muara Harus) peraih suara terbanyak 3.202 suara pada Pemilu 2024 ini, peran pers sangat penting untuk menyuarakan penderitaan warga di lapangan agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat.
"Insan pers adalah mitra strategis dewan. Informasi dari wartawan di lapangan itu cepat dan faktual. Kita di legislatif butuh itu untuk membawa ke rapat komisi dan mendorong anggaran penanggulangan Karhutla, bantuan kesehatan untuk warga terdampak ISPA, hingga solusi untuk petani yang lahannya terdampak," tegas anggota Komisi I DPRD Tabalong tersebut.
Dirinya menambahkan, saat ini warga di beberapa desa sudah mengeluhkan kabut asap, sesak napas, hingga gagal panen akibat lahan yang terbakar. Ia berharap ada langkah konkret dan terpadu, bukan hanya pemadaman, tapi juga pencegahan dan edukasi.
"Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Dewan, pemerintah, BPBD, Manggala Agni, dan media harus satu suara. Tujuannya satu, melindungi masyarakat," pungkasnya.
Penulis: Sri Mulyani
