BORNEOTREND.COM, KALSEL - Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalsel menunjuk H M Akmal sebagai manajer tim dan Wahyudin atau Wahyu Kocoy sebagai pelatih kepala untuk membangun skuad yang kompetitif menuju Pra PON 2027.
Penunjukan manajer dan pelatih baru ini menjadi langkah awal AFP Kalsel dalam mematangkan persiapan tim lebih dini. Penguatan manajemen dan kepelatihan diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus membuka peluang futsal Banua kembali tampil di panggung olahraga nasional.
Exco AFP Kalsel, Edy Susanto yang akrab disapa Pepedy, menyambut positif bergabungnya kedua sosok tersebut. Menurutnya, kehadiran H M Akmal yang merupakan pengusaha asal Kotabaru, serta Wahyu Kocoy yang memiliki pengalaman di dunia futsal nasional, diharapkan mampu memberikan energi baru bagi tim.
“Alhamdulillah, untuk persiapan Pra PON 2027, kita mendapatkan manajer baru, yakni Haji Muhammad Akmal, pengusaha dari Kotabaru. Beliau juga membawa pelatih dari luar daerah yang memiliki pengalaman di level nasional,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Pepedy menjelaskan, pengalaman Wahyu Kocoy dalam menangani tim futsal, termasuk di kompetisi profesional, menjadi salah satu pertimbangan dalam penunjukannya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pola latihan, penerapan strategi, serta kemampuan pemain dalam menghadapi persaingan pada babak kualifikasi.
“Kami berharap dengan hadirnya manajer dan pelatih baru ini, prestasi futsal Kalimantan Selatan bisa meningkat, khususnya saat menghadapi Pra PON. Kami ingin mengembalikan kejayaan futsal Banua seperti yang pernah diraih sebelumnya,” tambahnya.
Sementara itu, manajer Tim Pra PON Futsal Kalsel, H M Akmal, menyatakan kesiapannya mengemban tanggung jawab untuk membawa tim mencapai target yang telah ditetapkan. Ia menegaskan, persiapan sejak dini menjadi faktor penting agar tim memiliki waktu yang cukup untuk membentuk kekuatan dan kekompakan.
“Target kami jelas, membawa futsal Kalimantan Selatan lolos Pra PON dan tampil di PON 2028 di NTT dan NTB. Untuk mencapai itu, persiapan harus dilakukan sejak dini, bukan menunggu mendekati pertandingan,” tegas Akmal.
Menurutnya, pembentukan skuad, peningkatan kualitas latihan, serta kesiapan fisik dan mental pemain perlu dirancang secara terarah. Kolaborasi antara manajemen dan tim pelatih juga menjadi bagian penting untuk memastikan program persiapan berjalan sesuai target.
Akmal optimistis, pengalaman Wahyu Kocoy di kancah futsal nasional dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan tim. Dengan dukungan manajemen, penerapan strategi yang tepat, dan kerja keras para pemain, futsal Kalsel diharapkan mampu meningkatkan daya saing menghadapi Pra PON 2027.
Kini, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pembentukan manajemen dan kepelatihan baru ke dalam peningkatan kualitas tim di lapangan. Tiket PON 2028 menjadi sasaran utama yang harus diperjuangkan melalui persiapan terukur, kekompakan, dan konsistensi seluruh elemen tim.
AFP Kalsel berharap langkah awal ini menjadi momentum kebangkitan futsal Banua untuk kembali bersaing di tingkat nasional.(rls)
