BORNEOTREND.COM, KALSEL — Peningkatan kompetensi perawat gawat darurat dan bencana menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah dengan risiko bencana alam serta situasi kedaruratan medis tinggi seperti Kalimantan Selatan.
Hal tersebut menjadi fokus utama dalam ajang Annual Scientific Meeting Of Emergency Nursing (ASMEN) ke-13 yang diselenggarakan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) di Ballroom Galaxy Hotel Banjarmasin, Sabtu (24/10/2026).
Ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ruzma Khazarin, gelaran ilmiah ASMEN ke-13 ini resmi dibuka untuk memperkuat ilmu pengetahuan, keterampilan medis, hingga standar operasional prosedur (SOP) perawat, baik saat bertugas di prahospital (lapangan/komunitas) maupun intrahospital (Instalasi Gawat Darurat/IGD).
Ketua Pengurus Pusat (PP) HIPGABI periode 2023–2028, Ns. Welas Riyanto, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Pengurus Wilayah (PW) HIPGABI Kalsel dalam mengawal kompetensi tenaga keperawatan.
Ia menekankan pentingnya penyesuaian keahlian perawat dengan tipikal ancaman bencana daerah, seperti kebakaran pemukiman/karhutla dan wilayah perairan.
"Harapan kami, HIPGABI sebagai badan kelengkapan PPNI terus mengawal kompetensi keperawatan gawat darurat dan bencana. Tugas utamanya mempersiapkan perawat agar memiliki skill yang mumpuni di tatanan pelayanan gawat darurat. Sehingga ketika ada kondisi darurat, mereka bisa memberikan pelayanan terbaik untuk korban," ujar Welas.
Ia juga menyoroti penanganan kegawatdaruratan respirasi atau saluran pernapasan yang kerap menjadi ancaman akibat bencana kebakaran di Kalsel.
"Bagaimana teman-teman di wilayah bisa meningkatkan kompetensi penanganan terkait respirasi, memfasilitasi edukasi kesehatan seperti penggunaan masker, hingga mempersiapkan sarana dan prasarana. Sejauh ini, gambaran kompetensi perawat gawat darurat di Kalsel, baik di prahospital maupun IGD, sudah mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien," tuturnya.
Dari sudut pandang organisasi profesi, Ketua DPW PPNI Provinsi Kalsel, Tantawi Yauhari, yang mewakili Ketua Umum DPP PPNI Dr. Ns. Aprisunadi, menjelaskan bahwa forum ilmiah seperti ASMEN berdampak langsung pada mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
"Tujuan akhir pelayanan kita adalah peningkatan mutu dan keselamatan. Mutu dianggap meningkat jika dilakukan oleh tenaga yang kompeten dan diselenggarakan sesuai SOP serta pedoman yang ada," tegas Tantawi.
Pada penyelenggaraan ASMEN kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada mata rantai pelayanan medis dari tingkat masyarakat hingga ke titik layanan rumah sakit.
"Fokusnya bagaimana layanan dari komunitas atau masyarakat sampai ke titik layanan rumah sakit di IGD. Bagaimana mobilisasi dan penyelamatannya, sehingga keselamatan dan keamanan pasien benar-benar terjaga," terangnya.
Tantawi menambahkan, tim HIPGABI Kalsel selama ini selalu siap diterjunkan saat terjadi kondisi krisis, mulai dari bencana banjir hingga pengawalan medis pada acara keagamaan berskala besar.
"HIPGABI ini sangat solid. Kalau ada bencana mereka langsung turun, seperti saat banjir besar maupun pada rutinitas acara Haul Guru Sekumpul yang melayani jemaah dalam jumlah luar biasa. Pos-pos kesehatan di Ring 1 ditempati oleh kelompok ini," ungkapnya.
Dukungan penuh turut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Staf Ahli Gubernur Kalsel, Ruzma Khazarin, mengapresiasi langkah HIPGABI yang terus memperbarui pengetahuan perawat gawat darurat di daerah.
"Harapannya para perawat kegawatdaruratan ini memiliki kompetensi yang semakin baik dan lengkap, sehingga dalam melaksanakan penanganan bencana maupun kedaruratan harian, mereka lebih terampil dan menguasai bidangnya," tutur Ruzma.
Ruzma menegaskan, Pemprov Kalsel dan perawat gawat darurat telah membangun sinergi nyata di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla, banjir, hingga kegiatan kemasyarakatan skala besar seperti Peringatan 5 Rajab.
"Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus dilaksanakan secara berkala. Semoga ilmu yang didapat dari ASMEN ke-13 ini dapat langsung diterapkan oleh kawan-kawan perawat dalam menjalankan tugas sehari-hari demi keselamatan masyarakat Kalsel," pungkasnya. (ryn)
