Ngerinya Karhutla di Kawasan Tambikar Kanan Perbatasan Kabupaten Banjar-Banjarmasin

 

TERBAKAR: Suasana karhutla di kawasan Tembikar Kanan, Tatah Pelatar (tembusan Tatah Belayung), perbatasan Kabupaten Banjar dan Banjarmasin, Provinsi Kalsel - Foto Dok Nett


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Terjadi secara beruntun, kebakaran hutan dan lahan (kalhutra) di kawasan Tembikar Kanan, Tatah Pelatar (tembusan Tatah Belayung), perbatasan Kabupaten Banjar dan Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebelumnya Kamis (1/10/2026) malam sekitar pukul 18.50 WITA kalhutra kembali membara Jumat (2/20/2026) malam hingga Sabtu (3/10/2026) malam.

Dari informasi yang dihimpun, lokasi terbar Kawasan Tembikar Kanan, Tatah Pelatar, Komplek Padilah Perdana 5, berbatasan dengan Pemurus Dalam. Kobaran api empat membesar dan mendekati area permukiman warga serta komplek perumahan setempat. Area yang terbakar didominasi lahan kering dan persawahan. 

Dengan kondisi ini pula asap tebal mengganggu udara sekitar serta memicu keluhan warga. Tim pemadam kebakaran, baik dari BPBD bersama relawan BPK terus beruaopaya menjinkan kobaran api

Diketahui sebelumnya, kobaran hebat di areal terbuka yang mendekati kawasan perumahan membuat relawan bersama pemadam kebakaran langsung berjibaku melakukan pemadaman.

Salah satu relawan, S Hernadi, mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api menjalar ke arah rumah warga.

"Pemadaman dilakukan bersama pemadam swasta dan relawan gabungan lainnya. Mereka berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merembet semakin dekat ke permukiman," jelasnya.


Kebakaran lahan tersebut menjadi salah satu dari sejumlah kejadian karhutla yang ditangani tim gabungan di Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Drs Wasis Nugraha, melaporkan pada Rabu (30/9/2026) terdapat sedikitnya empat lokasi kebakaran lahan yang mendapat penanganan.

Di Jalan Lingkar Selatan, Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, lahan gambut dengan vegetasi semak belukar terbakar sekitar lima hektare. Tim berhasil memadamkan sekitar satu hektare dan memastikan api padam sepenuhnya.

Kemudian di Jalan Keramat Cindai Alus, Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, kebakaran terjadi di lahan tanah mineral yang ditumbuhi semak belukar dan pohon akasia.

Sementara di Jalan Martapura Lama, Desa Penggalaman, kawasan SMK Ma’arif NU Martapura, Kecamatan Martapura Barat, kebakaran melanda lahan semi gambut yang berada dekat permukiman.

Areal yang terbakar diperkirakan mencapai 2,6 hektare, dengan sekitar 0,9 hektare berhasil dipadamkan. Kondisi terakhir masih berasap sehingga pemantauan tetap dilakukan.

Lokasi lainnya berada di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura. Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan vegetasi semak belukar, galam dan akasia. Dari sekitar tiga hektare lahan yang terbakar, tim berhasil memadamkan sekitar 2,7 hektare.

"Sejumlah penanganan karhutla masih menghadapi kendala, terutama sulitnya mendapatkan sumber air dan akses menuju titik api," tukasnya.

Sumber: suarindonesia.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال