![]() |
| Ruangan yang diduga aksi terduga pelaku melakukan pengambilan uang senilai 12 juta di SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin. Foto Dok: AAM |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Seorang pria nekat membobol SDN Sungai Andai 3, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (21/10/2026) lalu.
Dalam insiden tersebut, pihak sekolah kehilangan sejumlah uang dengan total Rp12 Juta rupiah.
Pihak sekolah sendiri baru mengetahui kehilangan tersebut pada Jumat (23/10) setelah salah seorang guru menyadari uang kas yang disimpan di dalam lemari kantor tidak berada di tempatnya.
"Kami sadarnya hari Jumat setelah ada guru yang mengetahui kalau uang kas sekolah hilang. Setelah itu kami membuka rekaman CCTV dan diketahui kejadian terjadi pada Rabu sekitar pukul 14.00 sampai 15.00 Wita. Memang saat itu sekolah sedang menerapkan PJJ dan WFH," ujar Plt Kepala SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin, Wahidah, Kamis (28/10/2026) kemarin.
Pihak sekolah menjelaskan, terduga pelaku diduga beraksi dengan cukup rapi sehingga pihak sekolah tidak langsung menyadari telah terjadi pencurian.
Pihak sekolah kemudian meminta seluruh guru memeriksa setiap ruangan untuk memastikan barang yang hilang.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui tiga unit proyektor yang sebelumnya berada di ruang kelas sempat berpindah tempat.
Selain itu, uang guru sebesar Rp80 ribu dan uang kas sekolah senilai Rp12 juta dinyatakan hilang.
"Kami meminta seluruh guru turun untuk mencek apa saja yang hilang, setelah dicek semua kelas, yang hilang yaitu proyektor tiga unit yang berada di dalam kelas, kemudian uang guru yang tertinggal dalam kelas ada Rp. 80rb, serta uang khas sekolah di ruang kantor di dalam lemari senilai Rp 12jt," ungkap Wahidah
Pada Senin (26/10), saat seluruh tenaga pendidik dan kependidikan melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah, tiga unit proyektor tersebut kemudian ditemukan berada di lokasi lain di lingkungan sekolah.
"Rupanya maling itu tidak jadi mengambil tiga proyektor tersebut dan ditinggalkan di sekolah. Jadi yang benar-benar hilang hanya uang Rp12 juta ditambah Rp80 ribu," ungkap Wahidah.
Dari rekaman CCTV, terduga pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan cara melompati pagar.
Setelah masuk, pelaku membongkar jendela dari luar sebelum berkeliling membuka sejumlah ruangan kelas.
"Dari CCTV terlihat pelaku masuk dengan melompat pagar, kemudian membongkar jendela dari luar lalu masuk. Setelah itu dia berkeliling membuka kelas-kelas lain yang bisa dibuka," jelas Wahidah.
Rekaman CCTV juga menunjukkan terduga pelaku sempat merusak perangkat CCTV yang terpasang di sekolah.
Meski demikian, wajah terduga pelaku disebut terekam cukup jelas dalam kamera pengawas tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Sunardi membenarkan adanya kejadian peristiwa tersebut.
Ia mengatakan bahwa kini pelaku sudah pihaknya amankan pada Kamis (29/10/2026).
"Pelaku sudah kita amankan dan saat ini masih kita tangani," ujarnya dikonfirmasi tim Borneotrend.com. (AAM)
Tags
Peristiwa
