![]() |
KOSULTASI: Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pertemuan konsultasi dan koordinasi bersama BRIDA Kalsel dan BRIN di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: DPRD Kalsel |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mengembangkan riset dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan konsultasi dan koordinasi antara Komisi III DPRD Kalsel, BRIDA Kalsel, dan BRIN di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Pertemuan ini bertujuan menggali peluang kerja sama, memperkuat peran BRIDA, serta menjajaki dukungan pendanaan untuk pelaksanaan riset strategis di Kalimantan Selatan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Achmad Maulana, mengatakan pertemuan tersebut memberikan gambaran mengenai berbagai peluang dukungan dari BRIN, baik dalam aspek kebijakan maupun teknis pelaksanaan riset.
Ia menegaskan, hasil pembahasan perlu ditindaklanjuti melalui penyusunan usulan dan dokumen resmi agar kebutuhan riset daerah dapat dikaji lebih lanjut secara terarah dan terukur.
“Kami berharap usulan-usulan itu bisa disiapkan dalam bentuk surat resmi atau proposal, sehingga hasil pembahasan ini dapat ditindaklanjuti dan dipertanggungjawabkan,” ujar Achmad.
Menurutnya, Komisi III DPRD Kalsel akan kembali membahas hasil pertemuan bersama BRIDA Kalsel, khususnya terkait kebutuhan riset strategis untuk membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kebakaran dan banjir.
Hasil pembahasan tersebut juga akan menjadi bahan masukan dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel, mengingat pelaksanaan riset membutuhkan perencanaan yang matang serta dukungan anggaran yang memadai.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yurike Patrecia Marpaung, menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRIN penting untuk mengidentifikasi serta mencari solusi atas berbagai persoalan daerah melalui pendekatan riset dan inovasi.
“Kami melihat perlu ada kolaborasi. Keterlibatan BRIN bisa membantu Bapak dan Ibu di Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Yurike.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut turut membahas peluang skema pendanaan riset di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Sejumlah alternatif pendanaan, baik melalui BRIN maupun lembaga lain, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, masih memerlukan kajian dan koordinasi teknis lebih lanjut.
Yurike juga menekankan pentingnya peran BRIDA dalam mendukung pengambilan keputusan kepala daerah berbasis data dan bukti ilmiah. Selain itu, BRIDA diharapkan mampu membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan serta berorientasi pada penyelesaian persoalan pembangunan daerah.
Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, S.Sos., M.Si., menyambut positif inisiatif Komisi III DPRD Kalsel dalam membuka peluang kerja sama dengan BRIN.
Menurutnya, pengembangan riset dan inovasi membutuhkan sinergi yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga dengan lembaga yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan keahlian di bidang riset.
“Sinergi untuk membangun riset dan inovasi tidak hanya kita laksanakan secara internal di pemerintah daerah, tetapi juga perlu kita buka secara eksternal, terutama dengan BRIN sebagai instansi teknis,” ujar Thaufik.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara BRIDA Kalsel dan BRIN dapat terus diperkuat, terutama dalam menangani persoalan daerah yang membutuhkan dukungan keahlian, teknologi, dan sumber daya di luar kapasitas pemerintah daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, Komisi III DPRD Kalsel berharap pengembangan riset dan inovasi di Kalimantan Selatan semakin terarah, didukung perencanaan dan pendanaan yang memadai, serta mampu menghasilkan rekomendasi berbasis ilmiah untuk mendukung kebijakan pembangunan dan penanganan persoalan strategis daerah.(rls)
