BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) tengah mematangkan langkah strategis penataan kawasan Kampung Ketupat di Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Kepala Bappeda Litbang Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menegaskan bahwa ke depan kawasan Kampung Ketupat akan dikembalikan fungsinya sesuai Rencana Layout dan Wilayah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta ruang publik yang ramah masyarakat.
"Sebagai perencanaan kota, kita kembalikan kawasan ini sesuai peruntukannya. Di sana ada bagian ruang terbuka publik yang dirancang agar benar-benar bisa diakses oleh seluruh warga," ujar Suri Sudarmadiyah Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, penataan Kampung Ketupat juga masuk dalam bagian skema besar konektivitas kawasan siring di sepanjang aliran sungai.
Pemko Banjarmasin berencana menghubungkan jalur pedestrian dan RTH secara berkelanjutan, mulai dari Siring Pasar Lama, Siring Pierre Tendean, kawasan Kampung Ketupat di Sungai Baru, hingga menyambung ke Siring RK Ilir.
"Kita rancang dalam satu kawasan yang saling terhubung (siap konek). Mengenai teknis penyambungan jalur siring antara kawasan Mitra Plaza hingga ke area sekitar Swiss-Belhotel, saat ini sedang kita kaji bersama teman-infrastruktur dan Dinas PUPR," jelasnya.
Mengenai konsep penataan bangunan dan fasilitas di Kampung Ketupat ke depan, Suri mengungkapkan bahwa Pemko akan mengusung konsep terbuka yang menyatu dengan alam (back to nature). Hal ini dilakukan untuk menambah proporsi ruang terbuka hijau di tengah kota.
"Konsep dasarnya adalah kawasan terbuka dan kembali ke alam untuk menambah ruang-ruang hijau. Pembatas atau bangunan fisik di kawasan ini tidak akan dibuat masif (full masif), sehingga suasananya tetap asri, lega, dan aman untuk berbagai kegiatan publik masyarakat," tegasnya.
Dengan penataan terpadu ini, Pemko Banjarmasin berharap kawasan Kampung Ketupat tidak hanya menjadi objek wisata bantaran sungai yang menarik, tetapi juga menjadi simpul ruang publik hijau yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh warga Kota Banjarmasin.(ryn)
