Bukan Sekadar Santunan, Jasa Raharja Dorong Kemandirian Ekonomi Ahli Waris

 

LITERASI KEUANGAN: Perwakilan Jasa Raharja dan peserta berfoto bersama dalam kegiatan literasi keuangan bagi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas -Foto dok Jasa Raharja
 

BORNEOTREND.COM, JAKARTA – PT Jasa Raharja memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program literasi keuangan bagi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola keuangan keluarga, merencanakan kebutuhan masa depan, mengakses pembiayaan, serta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada Semester I 2026, program literasi keuangan tersebut dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dengan total 179 peserta. Kegiatan ini menyasar ahli waris perempuan, khususnya para ibu yang kehilangan pasangan akibat kecelakaan lalu lintas, agar memiliki bekal dalam menghadapi tantangan ekonomi setelah kehilangan tulang punggung keluarga.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan perlindungan terhadap korban kecelakaan dan keluarganya perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memberikan santunan sesuai ketentuan, perusahaan juga berupaya meningkatkan kapasitas penerima manfaat agar mampu mengelola keuangan secara lebih terencana.

“Literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar mereka dapat merencanakan kebutuhan keluarga, menjaga stabilitas ekonomi, dan melihat peluang untuk mengembangkan usaha,” ujar Awaluddin.

Dalam pelaksanaannya, program ini menggabungkan edukasi mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan dengan materi pengelolaan keuangan keluarga.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kewajiban terkait kendaraan bermotor, termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pemanfaatan layanan pembayaran digital.

Kegiatan di Sumatera Utara berlangsung di Medan pada 15 April 2026 dan diikuti 50 peserta. Materi yang diberikan meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan masa depan, pemahaman mengenai UMKM, serta peran pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM.

Sementara itu, kegiatan di Jawa Timur dilaksanakan di Surabaya pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan 55 peserta. Program ini berkolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga pelatihan terkait. Adapun kegiatan di Jawa Tengah berlangsung di Kota Pekalongan pada 18 Juni 2026 dengan diikuti 74 peserta.

Awaluddin menambahkan, pendekatan yang memadukan literasi keuangan dengan pengenalan peluang usaha diharapkan memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan peserta. Melalui pemahaman mengenai penyusunan prioritas pengeluaran, perencanaan kebutuhan jangka panjang, dan akses pembiayaan yang sesuai, para ahli waris diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” tambahnya.

Untuk mengukur efektivitas program, Jasa Raharja melakukan evaluasi melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan laporan pelaksanaan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan.

Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi perusahaan untuk menilai efektivitas materi sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program pada periode berikutnya.

Pada Semester II 2026, Jasa Raharja berencana memperluas kegiatan literasi keuangan ke sejumlah wilayah lain, yakni Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan juga akan melanjutkan kolaborasi dengan PNM, dinas terkait, serta mitra UMKM untuk memperkuat kesinambungan edukasi dan pemberdayaan ekonomi para ahli waris.

“Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Kami berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin. (gnw/Jasa Raharja)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال