![]() |
| Film Pirunduk menggelar gala premier di Kota Banjarmasin tepatnya di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (18/10/2026). Foto Dok: AAM |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Film Pirunduk menggelar gala premier di Kota Banjarmasin tepatnya di Duta Mall Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (18/10/2026).
Dalam gala premier, para seluruh pemeran Film Pirunduk mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berhadir di acara tersebut.
Penulis skenario sekaligus produser Bimasakti Pictures, Budi Ismanto, mengatakan gala premier di Banjarmasin merupakan yang kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta pada 15 Oktober 2026.
Menurut Budi, respons para pencinta film Indonesia terhadap Pirunduk sejauh ini sangat positif. Sambutan serupa juga terlihat dari masyarakat Banjarmasin yang mengikuti gala premier tersebut.
“Alhamdulillah, respons para pencinta film Indonesia sangat positif. Kami juga sangat bersyukur karena respons masyarakat Banjarmasin, khususnya pada gala premier hari ini, sangat positif terhadap film Pirunduk,” ujar Budi.
Ia menyebut Pirunduk menjadi salah satu karya yang membanggakan masyarakat Kalimantan Selatan karena mengangkat legenda urban yang berkembang di Tanah Banjar.
Budi menjelaskan, hampir 95 persen pemainnya merupakan orang Banjar, sedangkan sekitar 60 persen kru yang terlibat juga berasal dari Banua.
Lokasi pengambilan gambar film ini pun berada di daerah, sehingga proses produksinya turut melibatkan potensi lokal.
“Film Pirunduk adalah sebuah film yang menurut saya menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan. Ceritanya mengangkat kisah yang menjadi legenda atau urban legend di Tanah Banjar. Hampir 95 persen pemainnya asli orang Banjar dan 60 persen krunya juga asli orang Banjar,” jelasnya.
Budi berharap masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya dapat memberikan dukungan dengan menyaksikan film tersebut di bioskop.
Menurutnya, dukungan penonton tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap karya perfilman lokal, tetapi juga dapat mendorong perkembangan industri kreatif di daerah.
“Harapan kami, ayo kita ramai-ramai menonton film Pirunduk, terutama warga Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya, karena ini adalah film tentang kebanggaan kita, kebanggaan warga Kalimantan,” katanya.
Terkait target jumlah penonton, Budi mengaku pihaknya belum ingin berfokus pada angka. Baginya, penerimaan dan apresiasi masyarakat terhadap film tersebut menjadi hal yang paling penting.
“Yang penting kami menginginkan film ini disukai dulu oleh warga Kalimantan Selatan dan Kalimantan pada umumnya. Kalau disukai, itu sudah menjadi anugerah bagi kami,” tuturnya.
Selain memperkenalkan film, rangkaian gala premier Perunduk juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi Kalimantan yang tengah terdampak bencana kabut asap akibat karhutla.
Budi mengatakan para pemain, kru, dan jajaran eksekutif film Pirunduk turut menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut.
“Kami dari seluruh pemain, kru, dan eksekutif film Pirunduk juga menyampaikan rasa keprihatinan terhadap kondisi tanah kelahiran kita di Kalimantan yang terkena bencana kabut asap. Mudah-mudahan melalui kegiatan sosial ini, kita bisa bersama-sama membantu agar bencana kabut asap segera teratasi,” ungkapnya.
Dalam aksi penggalangan dana tersebut, MD Entertainment Foundation bekerja sama dengan film Pirunduk untuk menghimpun bantuan bagi daerah terdampak karhutla melalui platform kita bisa.
Sebagai langkah awal, Pentana Studio memberikan donasi sebesar Rp200 juta. Donasi tersebut diserahkan secara simbolis kepada Mahran Haydar selaku perwakilan MD Entertainment Foundation. (AAM)
